Call us: 0822 1158 7701 - 0813 8505 6627 - 0822 1158 9281

Artikel

Kemunduran dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia

dikirim oleh: Admin on 24 Juli 2018

Sejak tahun 1985 kasus HIV sudah ada di Indonesia, hingga sekarang berjumlah 92.251 kasus (Laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III Tahun 2012). Dan itu kasus yang terdata oleh Dinas Kesehatan seluruh Provinsi, bagaimana dengan jumlah yang tidak terdata …?

Setiap tahun jumlah penderitanya semakin menaik dan semakin mengkhawatirkan, seperti di kota Medan. Sudah ada 3410 kasus, 31 kasus diantaranya akibat transfusi darah (Waspada online, 6 Februari 2013).

 

Begitu juga dengan kota Probolinggo, Jawa Timur yang menyatakan Kejadian Luar Biasa karena tidak adanya penanggulangan dari berbagai pihak di Probolinggo 14/02/201 (Kompas.com 13 Februari 2013). Lima balita di Karanganyar dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Mereka mengidap penyakit HIV/AIDS karena ditularkan langsung oleh ibu kandungnya. (Solopos.com, Kamis 7/2/2013).

Sebanyak 33 warga Kabupaten Serang, dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS, yang disebabkan oleh prilaku seks bebas.

 

Ironis memang …

Lain halnya dengan pendapat Menkes dan para medis yang menangani HIV/AIDS, mereka menyatakan semakin banyak yang terdata artinya semakin besar peluang meminimalisir penularan.  

Apa benar hasilnya akan seperti itu …???

Sudah berapa puluh tahun ? toh penularan tetap meningkat …

Kenapa tidak mau melakukan revolusi program?

 

Banyak cara yang bisa dilakukan agar penularan semakin sedikit diantaranya:

 

1.    Beritahu yang benar mengenai penularan HIV. Karena penularan bukan hanya melalui darah saja, namun kelenjar air ludah dan keringat juga bisa(di artikel sebelumnya pernah dibahas). Bukan harus segalon air ludah baru bisa menularkan …  (buktinya : beranikah para medis menelan air ludah penderita HIV setetes  aja ….)

2.    Jangan setengah-setengah memberitahu kinerja HIV jika sudah di dalam tubuh manusia (atau memangnya tidak tahu …)    Ganas dan licik bro ..

3.   Jangan menganjurkan menggunakan kondom untuk melakukan seks bebas. Karena anda tidak bisa menjamin seseorang tersebut tidak akan tertular dengan menggunakan kondom. (dibayar berapa anda oleh perusahaan tsb …?)

4.   Setiap warga-negara wajib melakukan tes HIV/AIDS. Dan jangan dipersulit prosedur pemeriksaannya. (di negara tetangga sudah membuat UU ttg wajib tes HIV bagi mereka yang ingin menikah).

5.   Penyembuhan

Ini langkah yang terakhir yang paling jitu. Belum ada obatnya …? Lalu bagaimana dengan penyembuhan yang telah kami lakukan … lengkap lagi hasil laboratoriumnya …. Anda mau selamat… ?  Konsumsi Sari Dinda … Buktikan sendiri, jangan cuma komentar tapi tidak dilakukan.

Apalagi saat ini, beberapa orang dari negara tetangga sudah mulai mengkonsumsi Sari Dinda …

 

Semoga anda tidak ikut-ikutan mundur dalam melakukan pengobatan terhadap tubuh anda …

Share on Facebook

Artikel Lainnya

Testimoni

Nur, 27 tahun Saya tidak tahu...

Rendra, 28 tahun Saya sudah terlepas dari penyakit HIV / AIDS yang sudah saya derita...

Galeri Photo