Call us: 0822 1158 7701 - 0813 8505 6627 - 0822 1158 9281

Artikel

ARV tidak dapat menekan pertumbuhan virus

dikirim oleh: Admin on 20 April 2018

Banyak informasi yang salah mengenai manfaat  ARV, salah satunya adalah dikatakan bahwa ARV dapat menekan pertumbuhan virus di dalam darah. Padahal sesuai dengan pengalaman dan penelitian yang kami lakukan, ARV tidak bisa menekan pertumbuhan virus, malah mengalihkan virus dari dalam darah ke dalam kelenjar. Sehingga ketika melakukan Tes Viraload (jumlah virus) hasilnya menunjukkan Tidak Terdeteksi (Undetected). Dan sesuai dengan pernyataan Dirjen P2PL Kementerian Kesehatan, ARV merupakan kemotherapi yang dilakukan untuk penderita HIV/AIDS. Dan mempunyai efek samping yang tidak secara rinci diterangkan medis kepada penderita HIV/AIDS sebelum mengkonsumsinya (kulit gatal-gatal, mual, wajah/kulit menjadi hitam dan terbakar). Memang jika rutin mengkonsumsi ARV bisa kembali menjadi gemuk, namun mudah lemas.

Perlu juga diketahui bahwa ARV merupakan  makanan bagi virus di dalam kelenjar. Sehingga virus juga dapat berkembang biak di dalam kelenjar. Suatu waktu ketika jumlah makanan (ARV) virus tidak sebanding dengan jumlah virus yang ada di dalam kelenjar, maka virus akan kembali masuk ke dalam darah serta merusak seluruh sel-sel yang ada di dalam darah.

Sebagai contoh, salah seorang penderita HIV/AIDS yang ingin mengikuti pengobatan dengan mengkonsumsi Herbal Sari Dinda bernama "A" telah 4 tahun mengkonsumsi ARV secara rutin. Ketika kami anjurkan melakukan Tes Viraload, hasilnya menunjukkan bahwa Virus Tidak Terdeteksi (No Lab :  1104250421, tanggal 25 April 2011, RS Kanker Dharmais, Jakarta), yang artinya virus tidak ada di dalam darah. Lalu kami anjurkan untuk menghentikan ARV, jika ingin mengkonsumsi Sari Dinda. Hasilnya (No Lab. : 1105130278, 13 Mei 2011, RS Kanker Dharmais , Jakarta),  jumlah virus = 492.000 copies/mL.
Inilah bukti bahwa ARV tidak dapat menekan pertumbuhan virus, malah menambah laju pertumbuhan virus di dalam kelenjar. Dan suatu waktu ketika jumlah virus sudah terlalu banyak dan makanan virus juga sudah terbatas di dalam kelenjar, maka secara bersamaan virus akan kembali masuk kembali ke  dalam darah dan merusak sel-sel yang ada di sekelilingnya. Pada akhirnya penderita HIV/AIDS tersebut akan mengalami infeksi secara beruntun dan tidak bisa tertolong lagi.

Share on Facebook

Artikel Lainnya

Testimoni

Nur, 27 tahun Saya tidak tahu...

Rendra, 28 tahun Saya sudah terlepas dari penyakit HIV / AIDS yang sudah saya derita...

Galeri Photo